Geografi Fisik UGM

Lingkungan

Penggunaan energi kita sangatlah boros. Menurut ADB (Key Indicators 2003) per kg BBM kita menghasilkan $$4,2 (ppp) PDB, sementara Filipina $$5,1 (ppp) dan Thailand $$6,8 (ppp). Yang sangat tinggi ialah Hongkong dan Banglades yang per kg BBM menghasilkan berturut-turut $$10,9 (ppp) dan $$10,8 (ppp) PDB. Jadi hasil PDB per kg BBM Filipina dan Thailand adalah berturut-turut 1,25 dan 1,5 kali Indonesia, serta Hongkong dan Banglades sekitar 2,5 kali kita. Jika kita dapat meningkatkan efisiensi penggunaan energi kita sama dengan Filipina saja, sudah banyak sekali energi yang dapat kita hemat. Penghematan itu cukup untuk dapat mendukung pertumbuhan PDB kita yang dalam tahun 2004 adalah 5,13%. Berarti PDB tahun 2004 adalah 1,05 kali PDB 2003, lebih kecil daripada selisih efisiensi kita dengan Filipina. Apalagi jika dapat mendekati Hongkong. Tampaklah penghematan energi dapat dilakukan tanpa kita harus menderita. Intinya ialah meningkatkan efisiensi penggunaan BBM.

TUMBUHAN menurunkan suhu ambien, sebagian karena penguapan daun-daunan dan sebagian lagi karena efek penaungan. Perhatikan, berteduh dari matahari di bawah pohon lebih sejuk daripada di bawah tenda. Karena itu pula daun hijau yang terkena sinar matahari tidak terasa panas, sedangkan besi pagar yang dicat hijau panas. Dengan turunnya suhu ambien udara di sekitar kita lebih nyaman. Kebutuhan menggunakan AC berkurang. Jadi menghemat listrik.

Kita mempunyai kebiasaan tidur dengan lampu menyala. Kita biasakanlah tidur dalam gelap dengan hanya menyalakan lampu kecil (night lamp) saja. Seandainya setiap KK rata-rata menghemat 10 watt, selama 7 jam orang tidur dapat dihemat 70 wattjam/KK. Jika ada 20 juta KK yang menggunakan listrik, akan dihemat 1,4 juta kilowattjam/hari atau 511 juta kilowattjam/tahun.

Kita juga mempunyai kebiasaan tidak mematikan TV, melainkan menyetelnya pada posisi standby untuk memudahkan kita pada waktu akan menyalakannya lagi. Sebenarnya ini kebiasaan orang manja dan malas. Jika tenaga listrik yang diperlukan untuk posisi standby adalah 10 watt dan TV setiap hari rata-rata dimatikan 12 jam, kita akan menghemat 120 wattjam per hari. Jika di Indonesia ada 10 juta pesawat TV, kita akan menghemat 1,2 juta kilowattjam/hari atau 438 juta kilowattjam/tahun.

Dari dua contoh ini saja listrik yang dapat dihemat hampir 1 miliar kilowattjam/tahun. Jika sebagian dari dana yang didapatkan dari penghematan ini digunakan untuk subsidi penggantian lampu pijar dengan lampu hemat energi, penghematan listrik dapat ditingkatkan lagi. Misalnya, sebuah lampu hemat energi 11 watt, terangnya kira-kira sama dengan lampu pijar 60 watt. Penghematannya 50 watt. Jika lampu menyala 6 jam/hari dan ada 20 juta KK, penghematannya ialah 6.000 juta wattjam/tahun. Ini baru sebuah lampu. Dengan penghematan listrik biaya kuitansi listrik bulanan turun. Rumah tangga beruntung.

POTENSI penghematan dalam industri juga besar. Makin banyak hotel yang menggunakan kunci kamar yang berfungsi pula sebagai masterswitch lampu di kamar. Jika tamu meninggalkan kamarnya, ia akan mencabut kunci tersebut dari sebuah kotak kecil di dekat pintu. Dengan ini ia mematikan lampu dalam kamar sehingga tak ada lampu yang menyala di dalam kamar yang kosong.

Dengan membuat investasi kecil untuk membuat sebuah kotak kunci di dekat pintu pemilik hotel dapat menghemat listriknya dan menurunkan kuitansi listriknya pula.

Di banyak hotel suhu ruangan sering diatur sangat dingin, misalnya 22º C. Bagi kita suhu ini terlalu dingin. Tidak nyaman. Dengan mengatur suhu pada 24º C kita merasa lebih nyaman dan listrik dapat dihemat dengan kira-kira 35%. Di RRC pada musim panas pemerintah tidak membolehkan AC di kantor pemerintah diatur lebih rendah dari 26º C. Pada suhu ini lis- trik dihemat lebih tinggi lagi.

Bank Dunia telah menemukan dari sigi 67 pabrik di Indonesia, bahwa dengan memperbaiki pengelolaan industri, tanpa investasi tambahan pun energi dapat dihemat dengan 8%. Dengan investasi yang ringan penghematan dapat ditambah dengan 15% lagi, sehingga total energi yang dapat dihemat ialah 23%. Untuk 67 industri itu penghematan itu ekuivalen dengan 2,5 juta barrel-oil-equivalent/tahun.

Kita mempunyai potensi besar untuk menghemat energi dalam transpor. Transpor umum kita sangat buruk. Tidak aman, tidak nyaman, dan tidak tepat waktu. Akibatnya kebanyakan orang menggunakan mobil pribadi yang hanya berpenumpang seorang. Terjadilah kemacetan lalu lintas yang parah, pemborosan energi, dan pencemaran udara yang tinggi. Di Canterbury, Inggris, ada bus park-and-ride. Di pinggiran kota disediakan tempat parkir yang luas dengan biaya parkir yang sangat murah. Pemarkir mobil dapat koin yang berlaku sehari penuh untuk enam orang untuk naik bus park-and-ride ke mana saja di dalam kota tanpa bayar. Banyak sekali warga yang memanfaatkan bus ini. Kemacetan berkurang, energi dapat dihemat, dan pencemaran udara berkurang pula. Sistem ini kiranya dapat diterapkan di Jabotabek.

Di banyak negara, terutama di Belanda, fasilitas sepeda a- mat bagus. Jalur sepeda diran- cang agar pengendara dapat langsung dan cepat sampai ke tujuan dengan aman dan nyaman. Di kota kecil Almere dan sekitarnya terdapat lebih dari 200 km jalur sepeda. Banyak orang memanfaatkan fasilitas ini, juga dalam musim dingin yang sangat tidak nyaman untuk bersepeda. Berjalan kaki untuk jarak pendek pun dirangsang dengan pembuatan jalur yang aman dan nyaman serta penyeberangan yang aman.

Dengan menurunnya tingkat pencemaran, kesehatan masyarakat meningkat. Biaya perawatan sakit turun dan produktivitas SDM naik. Penghematan energi berarti pula penurunan emisi CO2.

Eko-efisiensi dapat dengan segera diterapkan pada tingkat keluarga, sekolah, kantor pemerintah, serta industri kecil sampai besar. Tetapi ada pula kendalanya, termasuk kendala sosial-budaya. Misalnya, kita menganggap mobil bukan sekadar alat transpor, melainkan juga simbol status sosial. Kendala lain ialah kemalasan untuk berjalan kaki, bersepeda, dan menyalakan TV.

Dengan teladan oleh para pejabat tinggi, termasuk presiden, kendala ini akan dapat diatasi. Pemerintah perlu membuat instrumen insentif-disinsentif untuk mendorong penerapan eko-efisiensi. Eko-efisiensi menguntungkan pemerintah, masyarakat, usahawan, dan lingkungan hidup sehingga eko-efisiensi dapat mengubah krisis energi menjadi hikmah

Sumber :  Otto Soemarwoto (Kompas)

1 Response to "Lingkungan"

Masalah lingkungan.
Dari lingkaran setan yang ada disekeliling lingkungan, yang paling penting adalah solusi. Setiap artikel maupun tulisan tentang lingkungan tidak ada yang menyebutkan, apa sih yang harus dilakukan, gak ada, nonsens!
Tapi aku ada solusinya, tapi nanti, aku butuh dukungan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: