Geo Explore II (Ayo berkeliling Indonesia)
Aneh banget orang luar negeri malah banyak tertarik untuk mengeksplorasi kekayaan tanah papua sedangkan orang-orang dari dalam negeri malah ogah untuk pergi ke tanah papua. Mau contohnya : ada orang-orang yang ngak mau pergi ke luar pulau jawa saat ada kesempatan di depan mata alasannya sih terlalu jauh jaraknya, jauh dari orang tua, keluarga lah, ngeri lah, biayanya mahal, pokoknya yang negatif semua. Ee…. Giliran dapat kesempatan pergi ke luar negeri di eropa (jalan-jalan) langsung semangat setuju berangkat, ortunya merestui pula, anehkan. Padahal jelas-jelas jaraknya lebih jauh, ongkosnya lebih mahal, jauh dari keluarga. Memang sih fasilitas disana komplet-plet apa-apa ada, orangnya lebih putih-putih lebih sedap dipandang dan yang penting gengsinya naik. Padahal orang-orang eropa, amerika, australia jika ditawari ke papua langsung semangat, orang-orang luar negeri malah pengin mengeksplorasi kekayaan papua, apa ngak kebalik nih…aneh kan. Kayaknya kita kurang mencintai bumi indonesia, memandang sebelah mata, meremehkan, ini yang jadi sebab, orang-orang papua mau lepas dari indonesia.
Mau bukti nyata :
Hampir semua penemuan tambang (baru 15% yang ditemukan) baik minyak atau mineral bijih di indonesia timur ditemukan oleh orang asing (bule) ini karena pengetahuan kita akan geologi di bagian timur indonesia khususnya papua masih kecil, belum lagi pengetahuan tentang Laut Banda yg merupakan laut sangat dalam, pengetahuan geologinya orang-orang saat ini masih gelap gimana mau ngejualnya ? Misalnya berapa harga jualnya kan sulit nentuinnya, berapa splitnya yang menarik, bagaimana term eksplorasinya dll.
Pada tanggal 6 Maret 1959, harian New York Times melaporkan penemuan emas oleh pemerintah Belanda di dekat laut Arafura. Pada tahun 1960, Freeport Sulphur menandatangani perjanjian dengan Perserikatan Perusahaan Borneo Timur untuk mendirikan tambang tembaga di Timika, namun tidak menyebut kandungan emas ataupun tembaga. Setelah Jendral Soeharto menjadi Presiden Indonesia, Freeport Sulphur adalah perusahaan asing pertama yang diberi ijin tambang dengan jangka waktu 30 tahun mulai dari tahun 1981 (walaupun tambang ini telah beroperasi sejak tahun 1972), dan kontrak ini diperpanjang pada tahun 1991 sampai tahun 2041 (weleh2x…). Setelah pembukaan tambang Grasberg pada tahun 1988, tambang ini menjadi tambang emas terbesar di dunia.
Di Provinsi Papua Barat tepatnya di kompleks karbonat Tersier Pegunungan Lina pada tahun 2004 oleh tim speleologi Prancis ditemukan gua terdalam di dunia (2000 meter), tentu ini penemuan yang sangat penting. Record sebelumnya dipegang oleh gua St Jean di Prancis (1.610 m).
Blok Pegunungan Arfak disusun oleh batuan oceanic volcanics Arfak, Miocene Maruni limestone, Pliocene Befoor Formation, dan Plio-Pleistocene Manokwari Limestone. Karena didominasi gamping, maka di Pegunungan Arfak ini pun banyak terbentuk gua. Antara lain, sebuah gua sepanjang 900 meter yang ditemukan WWF mengandung puluhan jenis kelelawar. Di kawasan Cagar Alam Pegunungan Arfak hidup bebas dengan tingkat populasi tinggi enam jenis kupu-kupu sayap burung (Ornithoptera rohchildi) yang ditangkap masyarakat suku Arfak di kawasan penyangga cagar alam tersebut.
Cagar Pegunungan Arfak dengan areal seluas 65.300 hektar merupakan tempat koleksi biologi pertama di Tanah Papua oleh peneliti Eropa Lesson, Beccari dan Albertis pada tahun 1824-1827 dan 1872-1875. Kawasan ini juga merupakan tempat asal (type locallity) sejumlah besar mamalia, burung, tumbuh-tumbuhan dan berbagai spesimen tanaman lainnya yang hingga kini masih menjadi sasaran penelitian para ilmuwan dalam dan luar negeri karena spesies-spesies tersebut hanya bisa dijumpai pada kawasan cagar alam Pegunungan Arfak.
Secara ringkas, geologi dan biologi wilayah Papua sangat menarik, juga buat para ahli etno-linguistik sebab di wilayah yang tak terlalu luas bisa ditemukan puluhan jenis bahasa suku.
Tulisan ini mengajak kepada para geographer agar jangan menjadi java minded, jadilah geographer sejati berani berpetualang, berkeliling keseluruh nusantara sekaligus untuk mengenal lebih dalam potensi yang ada di bumi Indonesia.
Add comment Juni 30, 2008

